Minggu, 29 September 2013

Modul





















Nama Sekolah               : SMK Negeri  I Curup Selatan
Mata Pelajaran              : Dasar Kompetensi Siswa
Kelas / Semester           : X / II
Jumlah Pertemuan       : 3 ( tiga ) kali X 45 menit
Standar Kompetensi      Memelihara unggas pedaging
A. Petunjuk
1. Bacalah modul ini dengan seksama
2. Jika ada yang kurang kamu pahami mintalah petunjuk guru
3. Kerjakan tugas-tugas baik secara teoretis maupun praktik dengan benar
4. Jika kamu telah mengikuti semua tutorial dan mengerjakan tugas laporkan
                hasilmu pada guru untuk dikoreksi
5. Mintalah Tes Formatif
6. Jika tes kamu lulus dengan nilai minimal 70 Kamu akan mempelajari modul
                berikutnya, namun jika belum lulus kamu harus mengulang mempelajari modul  
               ini.

B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai modul ini siswa dapat :
1. Menjelaskan pengertian sanitasi kandang
2. Menjelaskan persiapan kedatangan anak ayam
3. Menjelaskan cara menangani kedatangan DOC
4. Menjelaskan penanganan penyakit
5. Menjelaskan pencatatan (Recording) pemeliharaan
6. Menejelaskan Pemeliharaan
7. Menjelaskan pemanenan ayam broiler
8. Menjelaskan cara pengangkutan

C. Cek Kemampuan
jawablah pertanyaan di bawah ini :
1. Apakah yang dimaksud dengan ayam broiler
            2. Bagaimana sifat-sifat ayam broiler                                                                          
3 Apakah yang dimaksud dengan masa stater dan finisher
4. Bagaimana cara pemanenan yang baik dan benar

BAB I
PEMELIHARAAN AYAM BROILER

1. Persiapan Kandang dan peralatan
Ayam broiler atau ayam pedaging pada umumnya dipelihara secara intensif yaitu ayam selalu dikandangkan mulai dari awal pemeliharaan sampai saatnya ayam dipanen. Keberhasilan dalam usaha ayam broiler atau ayam pedaging salah satunya ditentukan oleh kandang dan peralatan yang disediakan serta manajemen pengelolaannya.
Agar ayam broiler atau ayam pedaging yang diusahakan dapat berhasil dengan baik, maka tata letak kandang sebaiknya diatur dengan ketentuan-ketentuan yang bisa memberikan jaminan higienis, sehingga penyakit bisa dihindarkan atau paling tidak bisa diminimalisir atau dikurangi.
Ukuran kandang untuk ayam pedaging permeter persegi antara 8 sampai 12 ekor, tergantung dari umur saat ayam dipanen. Disamping itu apabila kandang terlalu padat akan terjadi persaingan untuk medapatkan makanan dan minuman, yang akhirnya apabila hal ini terjadi, maka ayam yang kalah dalam mendapatkan makan dan minum ayam akan tumbuh kerdil.
Kepadatan kandang didalam pemeliharaan ayam pedaging dipengaruhi oleh:
a. Umur ayam
Semakin besar umur ayam, maka kepadatan kandang dikurangi atau populasi ayam didalam kandang dikurangi agar tidak saling berdesak-desakan
b. Suhu lingkungan
Semakin panas keadaan suhu lingkungan maka, kepadatan kandang dikurangi, agar suhu didalam kandang menjadi dingin atau tidak panas
c. Keadaan ventilasi
Ventilasi yang baik akan menciptakan suasana suhu udara didalam kandang menjadi baik dan nyaman bagi ternak yang tinggal didalamnya. Begitu sebaliknya apabila keadaan ventilasi dalam keadaan jelek maka suhu udara didalam kandang juga akan jelek.
1.1 Pembersihan kotoran dan sekam (litter)

Kegiatan pembersihan kotoran ayam dan sekam (litter) dari limbah peternakan ayam broiler yang berada di dalam kandang setelah ayam dipanen perlu dilakukan. Kegiatan pembersihan kotoran ayam dan sekam (litter) sebaiknya dilakukan secepat mungkin. Semakin cepat kotoran ayam dan sekam (litter) dibersihkan maka semakin baik, karena pertumbuhan, perkembangan ataupun penyebaran bibit penyakit yang ada setelah kegiatan pemeliharaan akan berkurang atau bahkan akan terputus. Secara teknis kegiatan pembersihan kotoran dan sekam (litter) dimulai dengan cara mengeluarkan semua tempat pakan dan tempat minum yang berada dalam kandang, kemudian mengumpulkan kotoran dan sekam (litter) pada ujung atau tepi kandang dan memasukkannya kedalam karung, sampai kotoran dan sekam (litter) tersebut bersih.

1.2 Pemasangan tirai kandang
Setelah kandang dibersihkan dari kotoran ayam dan sekam (litter), langkah berikutnya adalah merapikan atau memperbaiki apabila ada kerusakan-kerusakan baik itu dinding kandang maupun dilantai kandang. Baru kemudian pemasangan tirai kandang. Pemasangan tirai kandang dilakukan dengan cara menutup semua permukaan dinding kandang. Tirai kandang sangat diperlukan karena untuk mengatur suhu didalam kandang. Apabila suhu didalam kandang dalam keadaan dingin maka tirai kandang perlu ditutup. Begitu sebaliknya apabila suhu didalam kandang dalam keadaan panas maka tirai kandang dapat dibuka. Pembukaan dan penutupan tirai kandang perlu diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan ternak, khusus untuk broiler, pembukaan tirai harus lebih cepat dibuka bagian paling atas karena sirkulasi udara, juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan, namun beberapa cm pembukaannya tergantung dari kapasitas pemanas, cuaca dan umur ayam.
1.3 Pencucian kandang dengan air bersih
Pencucian kandang dan tirai kandang sebaiknya menggunakan air bersih. Pada saat mencuci kandang bisa menggunakan alat seperti sapu, sikat, ember, slang, hand sprayer ataupun power sprayer. Apabila ukuran kandang ayam tersebut lebar dan luas akan lebih baiknya menggunakan alat power sprayer. Karena aliran atau tekanan airnya lebih kencang, sehingga hasilnya akan lebih cepat dan lebih bersih.
1.4 Pencucian kandang dengan detergen
Setelah semua permukaan kandang dan tirai kandang bersih dari debu dan kotoran yang menempel, baru dilakukan lagi pencucian dengan deterjen. Contoh deterjen yang umum digunakan misal sabun krem atau rinso. Cara menggunakan deterjen untuk mencuci kandang dan tirai kandang adalah : deterjen baik itu sabun krem atau rinso dimasukkan kedalam bak atau drum besar diaduk atau dikocok–kocok sampai keluar busanya, baru kemudian dipergunakan untuk mencuci kandang dan tirai kandang dengan cara menyemprotnya sampai merata dan bersih. Pencucian dengan deterjen ini, dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisma yang memiliki lapisan lunak sebagai pelindung saat berada di luar tubuh ternak misalnya virus AI. Selain itu dengan deterjen akan menurunkan tegangan permukaan dari kotoran-kotoran ayam yang menempel di lantai atau dinding kandang. Sehingga akan mudah dibersihkan dengan penyemprotan menggunakan air.
1.5 Penyemprotan dengan desinfektan
Pada era globalisasi ini banyak berdiri pabrik obat-obatan yang memproduksi bahan desinfektan. Sehingga apabila kita akan menggunakan obat-obatan atau disinfektan harus dapat memilih atau menentukan desinfektan yang paling efektif, murah, dan tidak mempunyai dampak negative terhadap lingkungan. Baik itu lingkungan biotik maupun abiotik.
1.6 Pengapuran kandang
Setelah kandang bersih dan sudah disemprot dengan desinfektan kemudian dilanjutkan dengan pengapuran. Pengapuran kandang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme termasuk jamur. Jadi pengapuran kandang merupakan langkah awal dalam pencegahan penyakit yang mungkin akan timbul selama proses pemeliharaan ayam broiler (pedaging). Disamping itu kandang juga kelihatan terang. Kapur merupakan desinfektan yang murah dan mudah didapat serta mudah dalam penggunaannya. Penggunaan kapur pada umumnya dengan cara diencerkan dengan air, kemudian dioleskan dengan alat kuas pada permukaan kandang, yang meliputi : dinding kandang baik di dalam maupun di luar kandang, lantai kandang, kerangka kandang dan lantai disekitar kandang.
1.7 Penebaran sekam
Setelah kegiatan pembersihan kotoran ternak dan sekam (litter), pemasangan tirai kandang, pencucian kandang, penyemprotan dengan desinfektan dan pengapuran kandang telah dilakukan, maka kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah penebaran sekam didalam kandang. Sekam sangat baik sebagai alas kandang didalam pemeliharaan ayam broiler (pedaging). Sekam yang dipergunakan sebagai alas kandang ini biasanya disebut dengan istilah litter.
1.8 Pembuatan brooding
Ayam broiler (pedaging ) yang masih fase starter umur dibawah 15 hari, masih memerlukan brooder. Brooder sering disebut dengan istilah induk buatan. Induk buatan (brooder) dapat dibuat dari bahan seng yang dibuat dengan melingkar di dalam ruangan kandang yang dilengkapi pemanas, tempat pakan, tempat minum dan tirai kandang, apabila kandangnya modelnya panggung maka seluruh lantainya harus tertutup. Hal ini bertujuan agar panas yang diinginkan tercapai. Ukuran brooder tergantung dari jumlah dan umur ayam. Semakin besar dan umur semakin bertambah, maka brooder diperluas.
1.9 Pemasangan pemanas
Setelah brooder dibuat melingkar di dalam ruangan kandang yang dilengkapi tempat pakan, tempat minum dan tirai kandang serta sesuai dengan jumlah DOC (day old chick) yang akan masuk. Langkah berikutnya adalah pemasangan alat pemanas. Alat pemanas yang dipergunakan dapat bersumber dari bahan bakar minyak tanah, gas, listrik, dari batubara, serbuk gergaji, sekam, arang dll.Waktu penggunaan pemanas pada saat ayam berumur kurang 7 hari (1 minggu) lamanya kurang lebih 24 jam perhari. Namun demikian tergantung dari keadaan suhu udara saat itu.
Apabila ayam saat kecil atau ayam umur kurang lebih 14 hari atau umurnya dibawah 2 minggu kurang pemanas, maka pertumbuhan ayam akan terhambat, ketahanan tubuh terhadap berbagai penyakit kurang, bahkan kemungkinan terjadi kematian selama proses pemeliharaan sangat besar.
1.10 Pemasangan kelengkapan kandang
Pemasangan kelengkapan kandang seperti tempat pakan dan tempat minum disesuaikan dengan jumlah ayam yang akan masuk kedalam kandang. Ayam broiler yang sekarang beredar dipasaran disebut sebagai broiler moderen. Yaitu bobot badan umur 1 minggu = 4-5 kali bobot DOC.
Tempat pakan disaat ayam masih berumur dibawah 1 miggu (7hari) masih menggunakan tempat pakan berbentuk bulat ceper atau berbentuk baki (chick feeder tray) dan tidak jarang peternak menggunakan box bekas DOC (day old chick) yang dipotong sebagian sehingga dapat dipergunakan untuk tempat pakan. Tempat pakan dari bahan kerdus ini tidak akan tahan lama. Sehingga setelah bertambahnya umur ayam, tempat pakan harus diganti dengan tempat pakan plastik buatan pabrik.




BAB II
MENANGANI KEDATANGAN DOC

2.1 Menyiapkan Indukan
. Adapun kegiatan persiapan untuk menyambut kedatangan DOC meliputi: pembuatan chick guard, pemasangan alat pemanas, pemasangan tirai kandang, menyiapkan tempat pakan dan tempat minum, apabila kandang yang dipergunakan kandang panggung maka seluruh lantai kandang tersebut harus ditutup. Penutupan lantainya dapat menggunakan terpal yang kemudian ditebari alas berupa sekam (litter). Alat pembatas (chick guard) yang berdiameter kurang lebih 3 meter dapat dipergunakan untuk DOC kurang lebih 750 ekor. Dan sebaiknya alat pemanas dinyalakan kurang lebih 2 jam sebelum ayam atau DOC masuk.
DOC yang baru datang dari tempat pembibitan ternak unggas atau baru datang dari tempat pemesanan pada umumnya belum pernah diberi pakan dan minum. Karena DOC tersebut setelah keluar dari dalam mesin tetas kemudian diseleksi dan dipak dengan kerdus terus dikirim ketempat pemesanan atau kandang tempat pemeliharaan. Anak ayam (DOC) setelah datang kemudian cepat-cepat dikelurkan dari dalam bok dan hitung berapa jumlahnya, ditimbang sample, diseleksi lagi terus dimasukkan kedalam brooder yang telah dipersiapkan untuk pemeliharaan. Karena anak ayam tersebut masih berumur satu atau dua hari maka perlu disiapkan indukan. Indukan atau Induk buatan terbuat dari bahan seng yang dibuat melingkar di tengah -tengah kandang. Indukan atau Induk buatan selain dibuat dari bahan seng untuk pembatasnya juga dilengkapi dengan alas kandang atau litter dari bahan sekam padi, tempat pakan, tempat minum dan alat pemanas yang dipasang di tengah-tengah lingkaran pembatas. Dengan tujuan agar panas yang dihasilkan dapat menyebar merata.
Alat pemanas yang baik adalah alat pemanas yang bisa memberikan kehangatan secara menyeluruh dan merata didalam ruangan kandang dan keadaan temperaturnya stabil tidak berubah naik dan turun. Untuk anak ayam yang berumur 1-3 hari memerlukan temperatur 32 -35 OC. Umur 4-7 hari antara 31-33 OC, umur 8-14 hari antara 29-31 OC dan untuk ayam berumur antara 15-21 hari memerlukan temperatur 26-28 OC atau suhu ruangan.
2.2 Memberi pakan, air minum dan vitamin
Penanganan kedatangan DOC atau anak ayam selain menyiapkan indukan atau induk buatan juga harus menyiapkan pula pakan, minum dan vitamin. Bahkan kalau dimungkinkan anak ayam tersebut diberi larutan gula atau air gula (glukosa). Adapun tujuan dari pemberian air gula adalah sebagai sumber energi. Pada saat pemberian air minum dapat dicampur dengan pemberian vitamin. Untuk air minum ayam berilah air yang bersih, jangan menggunakan air yang berasal dari air sungai. Pada saat memberi pakan gunakan tempat yang berbentuk bulat dan ceper. Setelah anak ayam bertambah umur dan semakin besar barulah diganti dengan tempat pakan yang berukur besar.
Gambar 103. 180
Berbagai macam tempat pakan
Pakan sebaiknya diberikan dalam yang jumlah cukup, dan harus mempunyai kualitas yang bagus. Disamping itu pakan diberikan secara ad libitum.

2.3 Memberi penerangan
Adapun fungsi dari penerangan awalnya adalah untuk membantu atau memudahkan anak ayam mengenal tempat pakan dan minumnya, disamping itu adalah untuk memperpanjang waktu makan. Dengan memperpanjang waktu makan agar memungkinkan anak ayam dapat makan sebanyak-banyaknya, lebih-lebih pada saat umur 1-3 minggu. Disaat umur ini kecepatan pertumbuhan adalah paling cepat dibanding minggu-minggu setelahnya. Berapa banyak lampu yang dipakai, dengan dukungan daya berapa watt, yang terjadi dilapangan adalah untuk 100 ekor bisa menggunakan lampu pijar antara 60-80 watt.














BAB III
PEMANENAN
3.1 Persiapan pemanenan
Agar proses pemanenan ayam broiler (pedaging) dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik maka semua peralatan yang diperlukan didalam kegiatan pemanenan ternak perlu dipersiapkan dengan memadai.
 Adapun macam dan jenis alat-alat yang diperlukan didalam kegiatan pemanenan ternak ayam broiler antara lain sebagai berikut :
.1 Tali
Tali rapia ini digunakan untuk mengikat kaki ayam agar memudahkan pada saat proses penimbangan. Tali sebaiknya dipersiapkan sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan sakit pada ayam yang sedang dipanen. Tali rapia ini dibuat dengan ukuran panjang kurang lebih 80 cm, kemudian masing-masing dari kedua ujung tali tersebut disambung dibuat lingkaran. Dengan tujuan agar pada saat pelaksanaan pemanenan tali mudah digunakan untuk mengikat dan mudah untuk dilepas.
Sediakan tali yang cukup baik dari segi jumlah maupun kuantitasnya. Sehingga pada saat pelaksanaan pemanenan dapat berjalan lancar dan aman. Yang dimaksud aman disini adalah tidak banyak ayam yang stress dan mati saat dipanen.
.2 Timbangan
Pada umumnya timbangan yang dipergunakan untuk menimbang ayam broiler (pedaging) saat dipanen adalah timbangan gantung (salter) dengan kapasitas maximum 25 kg.
Jenis timbangan ini lebih mudah dipergunakan dan lebih praktis dalam penggunaannya, karena bisa dibawa atau dipindahkan kemana-kemana. Namun demikian masih ada jenis timbangan yang lain yang dapat dipergunakan untuk menimbang ayam saat dipanen.
.3 Kawat atau pagar penyekat
Untuk mempermudah pada saat proses pemanenan ayam broiler, maka perlu adanya alat bantu yang berupa kawat atau pagar penyekat ruangan kandang
.4 Alat tulis kantor (ATK)
Alat tulis kantor diperlukan untuk mencatat bobot ayam-ayam yang sudah ditimbang. Berapa kg setiap sekali penimbangan ayam dan berapa kwintal atau berapa ton setiap kali transaksi penjualan. Serta berapa ekor ayam yang sudah dijual.
Dilain itu ATK dapat dipergunakan juga untuk mencacat jenis kendaraan yang dipergunakan untuk mengangkut ayam, nomer kendaraan, nama sopir kendaraan, pembeli ayam, alamat pembeli dan lain sebagainya. Tanpa adanya ATK kegiatan pemanenan kemungkinan tidak akan berjalan sukses, karena catatan atau rekaman-rekaman kegiatan selama pemanenan tidak ada
.5 Karamba ayam (krat)
Karamba untuk memuat ayam bisa terbuat dari plastik atau dari bambu. Keduanya mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk memuat ayam. Hanya saja karamba ayam (krat) yang terbuat dari bambu lebih berat apabila dibandingkan dengan karamba (krat) yang terbuat plastik buatan pabrik. Karamba ayam (krat) dapat dibeli ditoko –toko penyedia sarana produksi ternak (poultry shop)
.3 Pelaksanaan pemanenan
Kegiatan pelaksanaan pemanenan ayam broiler (pedaging) , dimulai setelah semua alat yang diperlukan dalam pemanenan telah siap. Alat-alat tersebut seperti apa yang disebut diatas antara lain: tali untuk mengikat kaki ayam, timbangan, kawat atau pagar pembatas, karamba ayam dan alat tulis kantor (ATK).
Untuk mendapatkan hasil yang baik ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai pedoman pada saat memanen ayam broiler (pedaging) yaitu :
 Mengeluarkan semua peralatan kandang seperti tempat pakan, dan tempat minum,  
    sehingga memudahkan dalam penangkapan ayam.
 Memasang kawat atau pagar penyekat didalam ruangan kandang.
    Pada saat menyekat ruangan kandang sebaiknya disesuai dengan jumlah ayam yang   
    akan ditangkap atau dipanen
    Penyekatan ayam broiler (pedaging) yang akan dipanen atau ditangkap dapat   
    dilakukan di salah satu sudut kandang dan disesuaikan dengan perkiraan ayam yang  
    akan ditangkap.
·         Menangkap ayam
Pada saat menangkap ayam lakukan dengan hati-hati dan hindari perlakuan yang kasar. Sebab apabila ayam ditangkap dengan perlakuan yang kasar ayam bisa stress dan bahkan bisa mati, kalau hal ini terjadi maka yang rugi adalah petani peternak itu sendiri.
pada saat menangkap ayam tidak hati-hati pelaku bisa terluka akibat kena cakaran ayam tersebut.
Sebaiknya ayam ditangkap dibagian kakinya, lakukan penangkapan ayam dengan tangan kanan pada salah satu kaki ayam. Kemudian tangan kiri dengan sigap mengumpulkannya, setelah 4-5 ekor barulah diikat dengan dengan tali rapia yang telah dipersiapkan.
·         Menimbang ayam
Ayam yang telah ditangkap dan diikat kemudian ditimbang serta dicatat hasil timbangannya. Pada saat menimbang ayam, sekali timbang bisa sebanyak 10 ekor,15 ekor atau 20 ekor. Tergantung besar kecilnya ukuran bobot badan ayam. Dalam pelaksanaan penimbangan, apabila menggunakan timbangan gantung maka posisi kepala ayam berada dibawah.
·         Memasukkan ayam kedalam karamba (krat).
Setelah ayam ditimbang kemudian ayam dimasukkan kedalam karamba ayam (krat), dengan cara melepas tali pengikat ayam tersebut. Jangan memasukkan ayam kedalam karamba ayam (krat) dalam posisi kaki ayam dalam keadaan terikat. Karena apabila hal ini terjadi ayam tidak bisa bergerak, sehingga ayam merasa tersiksa, reksiko yang ditanggung adalah banyak terjadi kematian disaat pengangkutan. Oleh karena itu setiap kali proses memasukkan ayam kedalam krat atau karamba ayam, pada umumnya dilakukan oleh petugas awak kendaran itu sendiri. Hal itu bertujuan agar pada saat pengangkutan ayam selama perjalanan tidak banyak kematian. Untuk menghindari kematian disaat proses pengangkutan, maka pengisian ayam kedalam krat atau karamba ayam tidak boleh terlalu penuh. Setiap karamba ayam (krat) ayam bisa diisi kurang lebih 15 ekor ayam, tergantung dari besar kecilnya ayam.

·         Pengangkutan ayam
Dalam setiap pengangkutan ayam hendaklah disesuaikan dengan kapasitas atau daya tapung kendaraan atau alat angkut yang dipergunakan. Disamping itu juga harus memperhatikan jarak tempuh yang akan dilewati. Berapa jam waktu tempuh yang akan dilewati, sehingga dapat memperkirakan kapan harus berangkat dan kapan sampai ditujuan.
Jangan mengangkut ayam, dengan keadaan kendaraan terlalu penuh/ padat dan lakukan secukupnya saja. Proses pengangkutan ayam diusahakan tidak dilakukan pada siang hari, namun dalam kondisi keadaan temperatur udara dingin yaitu siang menjelang sore atau sebaiknya dilakukan pada malam hari, karena pada malam hari kondisi temperatur udara tidak panas sehingga ayam tidak mudah stres saat diangkut. Apabila ayam saat diangkut dalam kendaraan keadaan stres, maka kemungkinan besar terjadi kematian sangatlah besar.
Kendaraan atau alat angkut yang dapat dipergunakan untuk mengangkut hasil panen berupa ayam ini , pada umumnya berupa mobil truk dan mobil col terbuka (pick up
Apabila ada anak ayam DOC (day Old Chick) yang catat seperti : kaki pengkor, paruh cacat atau tidak normal, salah satu matanya cacat dan lainnya sebagainya langsung saja ayam tersebut dipisahkan dikandang karantina atau kandang khusus.
Selain itu kegiatan pengafkiran dapat dilakukan setiap hari, dengan cara pengamatan melihat performen ayam dikandang

StoryBoard


STORYBOARD
Judul               : Pemeliharaan  dan Pemanenan Ayam Broiler
Kelas/smt       : X / Genap
Sekolah          : SMK N I Curup Selatan


NO
DESKRIPSI
VISUAL
AUDIO
1
Openiing: Animasi

SMK N I CURSEL
Musik
Rejang lebong:
IDEA

2
Animasi
Pemeliharaan  ayam broiler
Proses pemeliharaan




3
 Situasi di dalam  kandang ayam  Broiler

4
Menu Materi
Animasi:
 Penanganan Ayam mulai masuk


10 menit

Penanganan penimbangan kardus, guna menghitung berat awal pengiriman













NO
DESKRIPSI
VV


                                                                                  
AUDIO
6
URAIAN MATERI
MENIMBANG


Ayam ( DOC) di ambil secara acak sekitar 5%

5 MENIT


Untuk mengetahui berat awal ayam





7
URAIAN MATERI RAGAM PERISTIWA

Brooding sudah siap


Sebelum ayam datang brooding sudah di siapkan, lampu telah di hidupkan


MUSIK

Agar ayam merasa seperti pada induknya sendiri
8
URAIAN MATERI RAGAM PERISTIWA
Memberi makan, Air minum + gula


Ayam dimasukan dan diberi makan dan air gula

 MUSIK

Menambah tenaga agar ayam tidak stres

9
Memvaksin ayam


Ayam divaksin pertama pada umur 4 hari

NARATOR:

Ayam divaksin di umur 4 hari agar kebal terhadap penyakit ND
10
Proses pemeliharaan

Pemeliharaan pertama (Stater) protein di gunakan 20 – 22% sampai umur 20 hari. Terus pemberian pakan kedua (finisner) dengan protein 18-20%, umur 21 sampai panen.
NARATOR:


Pemeliharaan

Setelah umur 20 hari pakan di ganti dengan pakan finisher

11
Pemanenan

Setelah pemeliharaan dan ada permintaan ayam di timbang




Penimbangan dilakukan untuk mengetahui berat akhir dari pemeliharaan
12
SOAL



10 MENIT