Nama Sekolah : SMK Negeri I Curup Selatan
Mata Pelajaran : Dasar
Kompetensi Siswa
Kelas / Semester : X / II
Jumlah Pertemuan : 3 ( tiga ) kali X 45 menit
Standar Kompetensi : Memelihara unggas pedaging
A. Petunjuk
1.
Bacalah modul ini
dengan seksama
2. Jika ada yang kurang kamu pahami
mintalah petunjuk guru
3. Kerjakan tugas-tugas baik secara
teoretis maupun praktik dengan benar
4. Jika kamu telah mengikuti semua
tutorial dan mengerjakan tugas laporkan
hasilmu pada guru untuk dikoreksi
5. Mintalah Tes Formatif
6. Jika tes kamu lulus dengan nilai
minimal 70 Kamu akan mempelajari modul
berikutnya, namun jika belum lulus kamu harus
mengulang mempelajari modul
ini.
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai modul ini siswa
dapat :
1. Menjelaskan pengertian sanitasi
kandang
2. Menjelaskan persiapan kedatangan
anak ayam
3. Menjelaskan cara menangani
kedatangan DOC
4. Menjelaskan penanganan penyakit
5. Menjelaskan pencatatan (Recording)
pemeliharaan
6. Menejelaskan Pemeliharaan
7. Menjelaskan pemanenan ayam broiler
8. Menjelaskan cara pengangkutan
C. Cek Kemampuan
jawablah pertanyaan di bawah ini :
1. Apakah yang dimaksud dengan ayam
broiler
2. Bagaimana sifat-sifat ayam
broiler
3 Apakah yang dimaksud dengan masa
stater dan finisher
4.
Bagaimana cara pemanenan yang baik dan benar
BAB I
PEMELIHARAAN
AYAM BROILER
1. Persiapan Kandang dan
peralatan
Ayam broiler atau ayam pedaging pada
umumnya dipelihara secara intensif yaitu ayam selalu dikandangkan mulai dari
awal pemeliharaan sampai saatnya ayam dipanen. Keberhasilan dalam usaha ayam
broiler atau ayam pedaging salah satunya ditentukan oleh kandang dan peralatan
yang disediakan serta manajemen pengelolaannya.
Agar ayam broiler atau ayam pedaging
yang diusahakan dapat berhasil dengan baik, maka tata letak kandang sebaiknya
diatur dengan ketentuan-ketentuan yang bisa memberikan jaminan higienis, sehingga
penyakit bisa dihindarkan atau paling tidak bisa diminimalisir atau dikurangi.
Ukuran kandang untuk ayam pedaging
permeter persegi antara 8 sampai 12 ekor, tergantung dari umur saat ayam
dipanen.
Disamping itu apabila
kandang terlalu padat akan terjadi persaingan untuk medapatkan makanan dan
minuman, yang akhirnya apabila hal ini terjadi, maka ayam yang kalah dalam
mendapatkan makan dan minum ayam akan tumbuh kerdil.
Kepadatan kandang didalam pemeliharaan
ayam pedaging dipengaruhi oleh:
a.
Umur ayam
Semakin besar umur ayam,
maka kepadatan kandang dikurangi atau populasi ayam didalam kandang dikurangi
agar tidak saling berdesak-desakan
b.
Suhu lingkungan
Semakin panas keadaan suhu
lingkungan maka, kepadatan kandang dikurangi, agar suhu didalam kandang menjadi
dingin atau tidak panas
c.
Keadaan ventilasi
Ventilasi yang baik akan
menciptakan suasana suhu udara didalam kandang menjadi baik dan nyaman bagi
ternak yang tinggal didalamnya. Begitu sebaliknya apabila keadaan ventilasi
dalam keadaan jelek maka suhu udara didalam kandang juga akan jelek.
1.1 Pembersihan kotoran dan
sekam (litter)
Kegiatan pembersihan kotoran ayam dan
sekam (litter) dari limbah peternakan ayam broiler yang berada di dalam kandang
setelah ayam dipanen perlu dilakukan. Kegiatan pembersihan kotoran ayam dan
sekam (litter) sebaiknya dilakukan secepat mungkin. Semakin cepat kotoran ayam
dan sekam (litter) dibersihkan maka semakin baik, karena pertumbuhan,
perkembangan ataupun penyebaran bibit penyakit yang ada setelah kegiatan pemeliharaan
akan berkurang atau bahkan akan terputus. Secara teknis kegiatan pembersihan
kotoran dan sekam (litter) dimulai dengan cara mengeluarkan semua tempat pakan
dan tempat minum yang berada dalam kandang, kemudian mengumpulkan kotoran dan
sekam (litter) pada ujung atau tepi kandang dan memasukkannya kedalam karung,
sampai kotoran dan sekam (litter) tersebut bersih.
1.2 Pemasangan tirai
kandang
Setelah kandang
dibersihkan dari kotoran ayam dan sekam (litter), langkah berikutnya adalah
merapikan atau memperbaiki apabila ada kerusakan-kerusakan baik itu dinding
kandang maupun dilantai kandang. Baru kemudian pemasangan tirai kandang.
Pemasangan tirai kandang dilakukan dengan cara menutup semua permukaan dinding
kandang. Tirai kandang sangat diperlukan karena untuk mengatur suhu didalam
kandang. Apabila suhu didalam kandang dalam keadaan dingin maka tirai kandang
perlu ditutup. Begitu sebaliknya apabila suhu didalam kandang dalam keadaan
panas maka tirai kandang dapat dibuka. Pembukaan dan penutupan tirai kandang
perlu diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan ternak, khusus
untuk broiler, pembukaan tirai harus lebih cepat dibuka bagian paling atas
karena sirkulasi udara, juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan, namun
beberapa cm pembukaannya tergantung dari kapasitas pemanas, cuaca dan umur
ayam.
1.3 Pencucian kandang
dengan air bersih
Pencucian kandang dan
tirai kandang sebaiknya menggunakan air bersih. Pada saat mencuci kandang bisa
menggunakan alat seperti sapu, sikat, ember, slang, hand sprayer ataupun power
sprayer. Apabila ukuran kandang ayam tersebut lebar dan luas akan lebih baiknya
menggunakan alat power sprayer. Karena aliran atau tekanan airnya lebih
kencang, sehingga hasilnya akan lebih cepat dan lebih bersih.
1.4 Pencucian kandang
dengan detergen
Setelah semua permukaan
kandang dan tirai kandang bersih dari debu dan kotoran yang menempel, baru
dilakukan lagi pencucian dengan deterjen. Contoh deterjen yang umum digunakan
misal sabun krem atau rinso. Cara menggunakan deterjen untuk mencuci kandang
dan tirai kandang adalah : deterjen baik itu sabun krem atau rinso dimasukkan
kedalam bak atau drum besar diaduk atau dikocok–kocok sampai keluar busanya,
baru kemudian dipergunakan untuk mencuci kandang dan tirai kandang dengan cara
menyemprotnya sampai merata dan bersih. Pencucian dengan deterjen ini,
dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisma yang memiliki lapisan lunak sebagai pelindung
saat berada di luar tubuh ternak misalnya virus AI. Selain itu dengan deterjen
akan menurunkan tegangan permukaan dari kotoran-kotoran ayam yang menempel di
lantai atau dinding kandang. Sehingga akan mudah dibersihkan dengan
penyemprotan menggunakan air.
1.5
Penyemprotan dengan desinfektan
Pada era globalisasi ini
banyak berdiri pabrik obat-obatan yang memproduksi bahan desinfektan. Sehingga
apabila kita akan menggunakan obat-obatan atau disinfektan harus dapat memilih
atau menentukan desinfektan yang paling efektif, murah, dan tidak mempunyai
dampak negative terhadap lingkungan. Baik itu lingkungan biotik maupun abiotik.
1.6 Pengapuran kandang
Setelah kandang bersih dan
sudah disemprot dengan desinfektan kemudian dilanjutkan dengan pengapuran.
Pengapuran kandang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme termasuk jamur. Jadi
pengapuran kandang merupakan langkah awal dalam pencegahan penyakit yang
mungkin akan timbul selama proses pemeliharaan ayam broiler (pedaging).
Disamping itu kandang juga kelihatan terang. Kapur merupakan desinfektan yang
murah dan mudah didapat serta mudah dalam penggunaannya. Penggunaan kapur pada
umumnya dengan cara diencerkan dengan air, kemudian dioleskan dengan alat kuas
pada permukaan kandang, yang meliputi : dinding kandang baik di dalam maupun di
luar kandang, lantai kandang, kerangka kandang dan lantai disekitar kandang.
1.7 Penebaran sekam
Setelah kegiatan
pembersihan kotoran ternak dan sekam (litter), pemasangan tirai kandang,
pencucian kandang, penyemprotan dengan desinfektan dan pengapuran kandang telah
dilakukan, maka kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah penebaran sekam
didalam kandang. Sekam sangat baik sebagai alas kandang didalam pemeliharaan
ayam broiler (pedaging). Sekam yang dipergunakan sebagai alas kandang ini
biasanya disebut dengan istilah litter.
1.8
Pembuatan brooding
Ayam broiler (pedaging )
yang masih fase starter umur dibawah 15 hari, masih memerlukan brooder. Brooder
sering disebut dengan istilah induk buatan. Induk buatan (brooder) dapat dibuat
dari bahan seng yang dibuat dengan melingkar di dalam ruangan kandang yang
dilengkapi pemanas, tempat pakan, tempat minum dan tirai kandang, apabila
kandangnya modelnya panggung maka seluruh lantainya harus tertutup. Hal ini
bertujuan agar panas yang diinginkan tercapai. Ukuran brooder tergantung dari
jumlah dan umur ayam. Semakin besar dan umur semakin bertambah, maka brooder
diperluas.
1.9 Pemasangan pemanas
Setelah brooder dibuat
melingkar di dalam ruangan kandang yang dilengkapi tempat pakan, tempat minum
dan tirai kandang serta sesuai dengan jumlah DOC (day old chick) yang akan
masuk. Langkah berikutnya adalah pemasangan alat pemanas. Alat pemanas yang
dipergunakan dapat bersumber dari bahan bakar minyak tanah, gas, listrik, dari
batubara, serbuk gergaji, sekam, arang dll.Waktu penggunaan pemanas pada saat
ayam berumur kurang 7 hari (1 minggu) lamanya kurang lebih 24 jam perhari.
Namun demikian tergantung dari keadaan suhu udara saat itu.
Apabila
ayam saat kecil atau ayam umur kurang lebih 14 hari atau umurnya dibawah 2
minggu kurang pemanas, maka pertumbuhan ayam akan terhambat, ketahanan tubuh
terhadap berbagai penyakit kurang, bahkan kemungkinan terjadi kematian selama
proses pemeliharaan sangat besar.
1.10 Pemasangan kelengkapan kandang
Pemasangan kelengkapan
kandang seperti tempat pakan dan tempat minum disesuaikan dengan jumlah ayam
yang akan masuk kedalam kandang. Ayam broiler yang sekarang beredar dipasaran
disebut sebagai broiler moderen. Yaitu bobot badan umur 1 minggu = 4-5 kali
bobot DOC.
Tempat pakan disaat ayam masih berumur
dibawah 1 miggu (7hari) masih menggunakan tempat pakan berbentuk bulat ceper
atau berbentuk baki (chick feeder tray) dan tidak jarang peternak menggunakan
box bekas DOC (day old chick) yang dipotong sebagian sehingga dapat
dipergunakan untuk tempat pakan. Tempat pakan dari bahan kerdus ini tidak akan
tahan lama. Sehingga setelah bertambahnya umur ayam, tempat pakan harus diganti
dengan tempat pakan plastik buatan pabrik.
BAB II
MENANGANI KEDATANGAN DOC
2.1 Menyiapkan Indukan
.
Adapun kegiatan persiapan untuk
menyambut kedatangan DOC meliputi: pembuatan chick guard, pemasangan alat
pemanas, pemasangan tirai kandang, menyiapkan tempat pakan dan tempat minum,
apabila kandang yang dipergunakan kandang panggung maka seluruh lantai kandang
tersebut harus ditutup. Penutupan lantainya dapat menggunakan terpal yang
kemudian ditebari alas berupa sekam (litter). Alat pembatas (chick guard) yang
berdiameter kurang lebih 3 meter dapat dipergunakan untuk DOC kurang lebih 750
ekor. Dan sebaiknya alat pemanas dinyalakan kurang lebih 2 jam sebelum ayam
atau DOC masuk.
DOC yang baru datang dari tempat
pembibitan ternak unggas atau baru datang dari tempat pemesanan pada umumnya
belum pernah diberi pakan dan minum. Karena DOC tersebut setelah keluar dari
dalam mesin tetas kemudian diseleksi dan dipak dengan kerdus terus dikirim
ketempat pemesanan atau kandang tempat pemeliharaan. Anak ayam (DOC) setelah
datang kemudian cepat-cepat dikelurkan dari dalam bok dan hitung berapa jumlahnya,
ditimbang sample, diseleksi lagi terus dimasukkan kedalam brooder yang telah
dipersiapkan untuk pemeliharaan. Karena anak ayam tersebut masih berumur satu
atau dua hari maka perlu disiapkan indukan. Indukan atau Induk buatan terbuat
dari bahan seng yang dibuat melingkar di tengah -tengah kandang. Indukan atau
Induk buatan selain dibuat dari bahan seng untuk pembatasnya juga dilengkapi
dengan alas kandang atau litter dari bahan sekam padi, tempat pakan, tempat
minum dan alat pemanas yang dipasang di tengah-tengah lingkaran pembatas.
Dengan tujuan agar panas yang dihasilkan dapat menyebar merata.
Alat pemanas yang baik adalah alat
pemanas yang bisa memberikan kehangatan secara menyeluruh dan merata didalam
ruangan kandang dan keadaan temperaturnya stabil tidak berubah naik dan turun.
Untuk anak ayam yang berumur 1-3 hari memerlukan temperatur 32 -35 OC. Umur 4-7
hari antara 31-33 OC, umur 8-14 hari antara 29-31 OC dan untuk ayam berumur
antara 15-21 hari memerlukan temperatur 26-28 OC atau suhu ruangan.
2.2 Memberi pakan, air minum dan vitamin
Penanganan kedatangan DOC atau anak
ayam selain menyiapkan indukan atau induk buatan juga harus menyiapkan pula
pakan, minum dan vitamin. Bahkan kalau dimungkinkan anak ayam tersebut diberi
larutan gula atau air gula (glukosa). Adapun tujuan dari pemberian air gula
adalah sebagai sumber energi. Pada saat pemberian air minum dapat dicampur
dengan pemberian vitamin. Untuk air minum ayam berilah air yang bersih, jangan
menggunakan air yang berasal dari air sungai. Pada saat memberi pakan gunakan
tempat yang berbentuk bulat dan ceper. Setelah anak ayam bertambah umur dan
semakin besar barulah diganti dengan tempat pakan yang berukur besar.
Gambar 103. 180
Berbagai macam tempat pakan
Pakan sebaiknya diberikan dalam yang
jumlah cukup, dan harus mempunyai kualitas yang bagus. Disamping itu pakan
diberikan secara ad libitum.
2.3 Memberi penerangan
Adapun fungsi dari penerangan awalnya
adalah untuk membantu atau memudahkan anak ayam mengenal tempat pakan dan
minumnya, disamping itu adalah untuk memperpanjang waktu makan. Dengan
memperpanjang waktu makan agar memungkinkan anak ayam dapat makan
sebanyak-banyaknya, lebih-lebih pada saat umur 1-3 minggu. Disaat umur ini
kecepatan pertumbuhan adalah paling cepat dibanding minggu-minggu setelahnya.
Berapa banyak lampu yang dipakai, dengan dukungan daya berapa watt, yang
terjadi dilapangan adalah untuk 100 ekor bisa menggunakan lampu pijar antara
60-80 watt.
BAB III
PEMANENAN
3.1
Persiapan pemanenan
Agar proses pemanenan ayam broiler
(pedaging) dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik maka semua peralatan
yang diperlukan didalam kegiatan pemanenan ternak perlu dipersiapkan dengan
memadai.
Adapun macam dan jenis alat-alat yang
diperlukan didalam kegiatan pemanenan ternak ayam broiler antara lain sebagai
berikut :
.1
Tali
Tali
rapia ini digunakan untuk mengikat kaki ayam agar memudahkan pada saat proses
penimbangan. Tali sebaiknya dipersiapkan sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan
sakit pada ayam yang sedang dipanen. Tali rapia ini dibuat dengan ukuran
panjang kurang lebih 80 cm, kemudian masing-masing dari kedua ujung tali
tersebut disambung dibuat lingkaran. Dengan tujuan agar pada saat pelaksanaan
pemanenan tali mudah digunakan untuk mengikat dan mudah untuk dilepas.
Sediakan
tali yang cukup baik dari segi jumlah maupun kuantitasnya. Sehingga pada saat
pelaksanaan pemanenan dapat berjalan lancar dan aman. Yang dimaksud aman disini
adalah tidak banyak ayam yang stress dan mati saat dipanen.
.2
Timbangan
Pada
umumnya timbangan yang dipergunakan untuk menimbang ayam broiler (pedaging)
saat dipanen adalah timbangan gantung (salter) dengan kapasitas maximum 25 kg.
Jenis
timbangan ini lebih mudah dipergunakan dan lebih praktis dalam penggunaannya,
karena bisa dibawa atau dipindahkan kemana-kemana. Namun demikian masih ada
jenis timbangan yang lain yang dapat dipergunakan untuk menimbang ayam saat
dipanen.
.3
Kawat atau pagar penyekat
Untuk
mempermudah pada saat proses pemanenan ayam broiler, maka perlu adanya alat
bantu yang berupa kawat atau pagar penyekat ruangan kandang
.4
Alat tulis kantor (ATK)
Alat
tulis kantor diperlukan untuk mencatat bobot ayam-ayam yang sudah ditimbang.
Berapa kg setiap sekali penimbangan ayam dan berapa kwintal atau berapa ton
setiap kali transaksi penjualan. Serta berapa ekor ayam yang sudah dijual.
Dilain
itu ATK dapat dipergunakan juga untuk mencacat jenis kendaraan yang
dipergunakan untuk mengangkut ayam, nomer kendaraan, nama sopir kendaraan,
pembeli ayam, alamat pembeli dan lain sebagainya. Tanpa adanya ATK kegiatan
pemanenan kemungkinan tidak akan berjalan sukses, karena catatan atau
rekaman-rekaman kegiatan selama pemanenan tidak ada
.5
Karamba ayam (krat)
Karamba
untuk memuat ayam bisa terbuat dari plastik atau dari bambu. Keduanya mempunyai
fungsi yang sama yaitu untuk memuat ayam. Hanya saja karamba ayam (krat) yang
terbuat dari bambu lebih berat apabila dibandingkan dengan karamba (krat) yang
terbuat plastik buatan pabrik. Karamba ayam (krat) dapat dibeli ditoko –toko
penyedia sarana produksi ternak (poultry shop)
.3
Pelaksanaan pemanenan
Kegiatan
pelaksanaan pemanenan ayam broiler (pedaging) , dimulai setelah semua alat yang
diperlukan dalam pemanenan telah siap. Alat-alat tersebut seperti apa yang
disebut diatas antara lain: tali untuk mengikat kaki ayam, timbangan, kawat
atau pagar pembatas, karamba ayam dan alat tulis kantor (ATK).
Untuk
mendapatkan hasil yang baik ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai
pedoman pada saat memanen ayam broiler (pedaging) yaitu :
Mengeluarkan semua peralatan kandang seperti tempat pakan, dan tempat minum,
sehingga memudahkan dalam penangkapan ayam.
Memasang kawat atau pagar penyekat didalam ruangan kandang.
Pada saat menyekat ruangan kandang
sebaiknya disesuai dengan jumlah ayam yang
akan ditangkap atau dipanen
Penyekatan ayam broiler (pedaging) yang akan
dipanen atau ditangkap dapat
dilakukan di salah satu sudut kandang dan
disesuaikan dengan perkiraan ayam yang
akan ditangkap.
·
Menangkap
ayam
Pada
saat menangkap ayam lakukan dengan hati-hati dan hindari perlakuan yang kasar.
Sebab apabila ayam ditangkap dengan perlakuan yang kasar ayam bisa stress dan
bahkan bisa mati, kalau hal ini terjadi maka yang rugi adalah petani peternak
itu sendiri.
pada
saat menangkap ayam tidak hati-hati pelaku bisa terluka akibat kena cakaran
ayam tersebut.
Sebaiknya
ayam ditangkap dibagian kakinya, lakukan penangkapan ayam dengan tangan kanan
pada salah satu kaki ayam. Kemudian tangan kiri dengan sigap mengumpulkannya,
setelah 4-5 ekor barulah diikat dengan dengan tali rapia yang telah
dipersiapkan.
·
Menimbang
ayam
Ayam
yang telah ditangkap dan diikat kemudian ditimbang serta dicatat hasil timbangannya.
Pada saat menimbang ayam, sekali timbang bisa sebanyak 10 ekor,15 ekor atau 20
ekor. Tergantung besar kecilnya ukuran bobot badan ayam. Dalam pelaksanaan
penimbangan, apabila menggunakan timbangan gantung maka posisi kepala ayam
berada dibawah.
·
Memasukkan
ayam kedalam karamba (krat).
Setelah
ayam ditimbang kemudian ayam dimasukkan kedalam karamba ayam (krat), dengan
cara melepas tali pengikat ayam tersebut. Jangan memasukkan ayam kedalam
karamba ayam (krat) dalam posisi kaki ayam dalam keadaan terikat. Karena
apabila hal ini terjadi ayam tidak bisa bergerak, sehingga ayam merasa
tersiksa, reksiko yang ditanggung adalah banyak terjadi kematian disaat
pengangkutan. Oleh karena itu setiap kali proses memasukkan ayam kedalam krat
atau karamba ayam, pada umumnya dilakukan oleh petugas awak kendaran itu
sendiri. Hal itu bertujuan agar pada saat pengangkutan ayam selama perjalanan
tidak banyak kematian. Untuk menghindari kematian disaat proses pengangkutan,
maka pengisian ayam kedalam krat atau karamba ayam tidak boleh terlalu penuh.
Setiap karamba ayam (krat) ayam bisa diisi kurang lebih 15 ekor ayam,
tergantung dari besar kecilnya ayam.
·
Pengangkutan
ayam
Dalam
setiap pengangkutan ayam hendaklah disesuaikan dengan kapasitas atau daya
tapung kendaraan atau alat angkut yang dipergunakan. Disamping itu juga harus
memperhatikan jarak tempuh yang akan dilewati. Berapa jam waktu tempuh yang
akan dilewati, sehingga dapat memperkirakan kapan harus berangkat dan kapan
sampai ditujuan.
Jangan
mengangkut ayam, dengan keadaan kendaraan terlalu penuh/ padat dan lakukan
secukupnya saja. Proses pengangkutan ayam diusahakan tidak dilakukan pada siang
hari, namun dalam kondisi keadaan temperatur udara dingin yaitu siang menjelang
sore atau sebaiknya dilakukan pada malam hari, karena pada malam hari kondisi
temperatur udara tidak panas sehingga ayam tidak mudah stres saat diangkut.
Apabila ayam saat diangkut dalam kendaraan keadaan stres, maka kemungkinan
besar terjadi kematian sangatlah besar.
Kendaraan
atau alat angkut yang dapat dipergunakan untuk mengangkut hasil panen berupa
ayam ini , pada umumnya berupa mobil truk dan mobil col terbuka (pick up
Apabila ada anak ayam DOC (day Old
Chick) yang catat seperti : kaki pengkor, paruh cacat atau tidak normal, salah
satu matanya cacat dan lainnya sebagainya langsung saja ayam tersebut
dipisahkan dikandang karantina atau kandang khusus.
Selain
itu kegiatan pengafkiran dapat dilakukan setiap hari, dengan cara pengamatan
melihat performen ayam dikandang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar